detik---detik

saya lagi ngga mood nuliss,, bukan saya ngga ada cerita yang mau dibagii, tapi chemistry buat ngerangkai kata tu lagi ngga ada # emang bunga dirangkai.

looveee him very muchh


Bismillah.....

Siang cukup terik, dimana sang matahari begitu semangat membagi panasnya nan setia menemani manusia sepanjang hari ini. 

hari kamis bertanggal 24 maret 2011,jadwal perkuliahan saya dan temen-teman diliburkan karena adanya acara cappyng day a.k.a angkat sumpah profesi untuk mahasiswa awal semester semua jurusan kesehatan yang ada dikampus. *selamat memeberi memberi pelayanan kesehatan yang baik ya buat yang berkaitan J , responsibility, comunity, etc had been your piece *

dan hari itu saya menghabiskan hari dirumah, dikamar, didapur, semua bagian rumah deh kecuali atap rumah hehehe... namun siang itu, ketika saya sedang santai sendirian di beranda rumah, kebetulan di jalan depan rumah ada beberapa orang sedang memasang besi untuk membuat kerangaka jalan*maklum...perumahan baru, jalan pun baru buat,hehe*, 

cukup lama saya memperhatikan seorang bapak yang sibuk dengan kerjanya, di bawah teriknya matahari, dengan berlindungkan topi sederhana beliau bekerja mungkin kah dirumah ada anak istri yang menanti nya.
Saya tiba-tiba teringat seseorang yang di sebrang pulau sana, yang mungkin sekarang sedang mencari nafkah untuk kebutuhan istri dan anak nya, yaa... Beliau adalah ayah, papa, abah, abbi, bahkan sahabat saya. Saya merindukan nya sosok lelaki yang sepanjang hidup selalu mengawasi, menjaga dan memenuhi kebutuhan saya, ya sosok itu adalah papa,ayah, abah, abbi, sekaligus sahabat yang tak henti merangkul saya. Hari ini, detik ini saya begitu merindukan beliau. 2 tahun sudah kita berpisah daerah, sms, telfon menjadi media komunikasi untuk sekedar bertanya

”lagi dimana ?”
“udah makan ??”,
“belajar yang rajin yaa..blablabla...”            
                               
cukup menjadi pengobat rindu saya untuk beliau. Tapi sekarang kerinduan itu telah mencapai puncak nya dan air mata jatuh dengan ikhlas nya. Mungkin ayah atau papa ngga se-intens ibu berkomunikasi dengan anaknya yang tiap hari bisa belasan kali nelfon atau sekedar mengirim pesan sedang dimana, dan karena hal itu pula, dulu saya berpikir hanya ibu lah yang peduli kepada saya, namun seiring waktu yang mendewasakan saya, pikiran itu berganti, dengan kalimat “ayah punya cara tersendiri untuk menyayangi dan melindungi anaknya.” Cukup la untuk menenangkan hati nan rindu ini.


Sayang ayah,
Rinduu papa ^^




regrads_daun bawang_

gariingg, :PP


Bismillah.....
Kali ini saya mau nulis postingan tentang pembicaraan saya dengan kakak saya tercinta atau bahasa orang bule conversation J yang mana lumayan aneh namun saya selalu senyum sendiri kalo inget dialog tsb.



Begini ceritanya........

Sepulang kuliah seperti hari-hari biasanya, setelah mengganti seragam kampus, sehabis makan saya duduk disamping kakak saya yang sedang menidurkan anaknya alias keponakan saya di ayunan. Kami pun bicara ngalor-ngidul, ntah tentang kampus, artis, fashion, dan banyak lagi, sampai disuatu topik yang mebuat kami senyum nahan perut.
Kakak (K)       : lan, kakek tetangga rumah kita di bangka,kampung tadi subuh meninggal lho.
Saya (S)           : Innalillahi wa innaillahiroji’un, beneran kak ?? siapa yang bilang kakak ??
K                     : bener, tadi ibu nelfon bilang kalo beliau dah meninggal, tapi bagus nya beliau meninggal di mekkah ketika sedang ibadah umroh. Keluarga nya pun tau setelah di telfon orang travel penyelenggara umroh itu.
S                      : ooo...trus si kakek di kuburin dimana ???bawa pulang ke bangka ???
K                     : ya ngga la, paling dikuburin disana, orang travel yang ngurus semua pemakaman beliau.paling keluarga ngadain yasinan dirumah
S                      : hmmm...jadi dikuburin disana toh, diurusin bagian travel.
K                     : iyaa,, enak ya disana dah diurusin semua nya, jadi keluarganya ngga susah mau ngurus nya kayak gimana.
S                      : glekkk...*dengan tampang pura-pura bingung*, enak ya ??? ngga nyusahin keluarga tapi nyusahin orang travel disana ya.
K                     : (mengiyakan dengan keyakinan tanpa pikir panjang) iyyaa ya..
S                      : (saya diam beberapa saat sambil senyum-senyum....)
K                     : (diam juga sambil mikir saya senyum kenapa...) hahahahahhaa........(tersadar kalo dia saya bodohin sambil nimpuk saya pake bantal)




p.s : cerita diatas ngga ada unsur menghina siapa pun, melainkan percakapan yang bermula serius tiba-tiba menjadi konyol antara 2 saudara yang terkesan dodoll.

wanna try as i can

pertukaran pemuda antar negara (PPAN), singkatan yang membuat orang langsung bertanya''dimana ??''.
Dan tau kah kalian, saya sedang ketar-ketir untuk ikut program ini. Dengan bermodal kan nekat dan bahasa inggris yang pas-pasan, akhirnya saya beranikan untuk mengambil formulir peserta, walau otak udah mengkhayal kemana_mana dengan banyak kata 'seandainya' di otak saya. Pengen nangis rasa nya, saya belon siap apa-apa.

Rabb, mungkin Kau tau perasaan yang sedang berkecamuk dalam hati hambaMu yang dhaif ini,
Rabb, hamba tidak minta yang muluk-muluk, lancarkan hamba dalam kegiatan tersebut, itu sudah lebih dari cukup.

-,,-

Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

About

"sometime you have to live life one letter at a time...." :p.s.: I love you

Total Tayangan Halaman

Blog Archive

Followers

Mengenai Saya

Foto saya
assalamualaikum.... Ketika aku membuka dan membaca buku, betapa banyak kutemukan ilmu, ternyata ilmu itu bertebaran dimana-mana. Untuk pergi berkeliling dunia aku tak perlu menyiapkan paspor, visa dan surat-surat semacamnya. Aku hanya perlu membuka halaman perhalaman dari buku apa saja. Dalam membaca sebuah buku aku tak ingin melewatkan satu huruf pun, maski itu hanya sebuah nomor halaman