judulnya paan ??


Bismillah.....
“.....karena hatiku tak akan ku beri pada kekasih yang tidak baik hati...nanana...”
Intermezzo duluu, sebelum kita masuk ke dalam topik pembahasan, malam yang cukup membuat orang-orang berkeringat karena cuaca yang lumayan panas, ada sebuah ruangan yang lebih tepat disebut kamar *room sweetroom ^^*yang lumayan hening karena sang pemilik kamar lagi sibuk denger handsfree jadi yang ribut hanya di telinga nya saja, duduk diantara kertas-kertas laporan, dan kipas yang dengan manis nan setia memberi kesejukan.( baiklah kali ini kita menggunakan sudut pandang dia dalam menyebutkan tokoh cerita, yaiyyaa llahh....terserah saya ).
Malam itu dia ingin menyelesaikan semua laporan yang telah di revisi oleh dosennya, namun dalam proses penyelesainnya dia terhenti sesaat,ntah mengapa, tapi dalam otak nya yang terlindungi tengkorak itu banyak pikiran yang berkecamuk mulai dari jadwal kuliah, jadwal praktek, laporan – laporan yang harus selesai tepat waktu, banyak lagi yang ngga mungkin disebutkan satu persatu. Dan akhirnya dia memutuskan untuk me-refresh otak tersebut dengan mendengar beberapa musik instrumen yang mungkin saja dapat meng-impuls kembali kerja otak yang jenius tiba-tiba tak berfungsi itu, dari grade pertama turun ke grade ke empat, alias superior...dan hal itu terus terjadi sampai akhirnya dia tidak mampu menjawab semua pertanyaan meskipun itu hanya sebuah pertanyaan mudah. Yaaa.....sekarang dia butuh hiburan yang dapat membuat nya kembali semangat meski tidak sepenuhnya semangat itu kembali. Rehat sejenak dari segala aktivitas yang membosan kan itu, setidaknya dia sudah mencoba kembali menjadi jenius ^^.dan saya hanya bisa miris melihat kondisi dia seperti itu, berharap dia kembali pada dirinya yang semula. Mungkin dia sedang bosan dengan kegiatan nya sekarang...”. “BUKAN !!! bukan mungkin tapi sudah sangat sangat sangat bosan . saya terkesiap dia membentak dan memutuskan pembicaraan saya seperti itu. Oke, relax for the moment, it’s not you, wake up gals!! Saya hanya bisa bertanya apa yang dia inginkan sekarang ???
Sesaat. dia belum menjawab......(mungkin dia sedang berpikir)
5 menit ....dia belum juga menjawab  (saya masih menunggu)
15 menit kemudian.....belum ada juga jawaban
Dan 30 menit pun berlalu...tapi dia masih saja terdiam dan saya pun teringat otak nya yang jenius sedang tidak berfungsi sepenuhnya, sampai kapan dia begitu saya sangat mencemaskan keadaan nya. Mengapa dia membatu seperti itu ??  tolong beri saya jawaban walaupun itu satu kalimat,hmmm....satu kata pun tak apa, untuk memastikan kalau dia baik-baik saja.apa saya harus menangis di depan nya baru dia mau bicara.
Tiba-tiba.....
“mungkin sekarang atau kapan pun itu, otak jenius ku sedang tidak berfungsi dengan baik bahkan untuk menjawab pertanyaan mu saja aku tak bisa, tapi saat otak ku sdang tidak merespon,tiba-tiba terdengar suara yang berkata bila kau ingin otak jenius itu kembali , maka kau harus mengambilnya dari Sang pemilik Jenius, apa kau sudah lupa siapa pemilik itu, terlalu bila kau sampai melupakan itu. Bukan kah hanya kepada Tuhan tempat mu bergantung,aku bertanya siapa yang berbicara itu, suara itu berkata “aku adalah iman yang selama ini selalu mengawasi mu, yang kau pupuk di dalam hatimu dan jiwamu” dan aku tersadar kini, aku punya jarak yang jauh dengan nya. “bicara lah kepada Tuhan mu, maka beban mu akan berkurang”. “
Dan saya terkejut atas apa yang dia bicarakan tadi. Darimana dia dapatkan kata-kata tadi, bukan kah otak nya tidak sedang dapat menjawab pertanyaan apa pun.
“ketika otak ku tidak berfungsi normal, maka Iman ku lah yang berperan jenius dalam hal ini”




p.s : bagi yang ngga ngerti diharap konsultasi ke temen yang lain, mungkin mereka bisa ngga ngerti lagi J

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

About

"sometime you have to live life one letter at a time...." :p.s.: I love you

Total Tayangan Halaman

Blog Archive

Followers

Mengenai Saya

Foto saya
assalamualaikum.... Ketika aku membuka dan membaca buku, betapa banyak kutemukan ilmu, ternyata ilmu itu bertebaran dimana-mana. Untuk pergi berkeliling dunia aku tak perlu menyiapkan paspor, visa dan surat-surat semacamnya. Aku hanya perlu membuka halaman perhalaman dari buku apa saja. Dalam membaca sebuah buku aku tak ingin melewatkan satu huruf pun, maski itu hanya sebuah nomor halaman