kediaman baru teman lama
Teruntuk kamu. Gerimis pagi ini mengiringi bulir-bulir piluku kala langkah kaki mulai memasuki pekarangan 'kediaman baru'mu. Sekilas melihat wajah-wajah yg turut mengantarmu menuju tempat dimana kami juga akan berada disana kelak. Aku berdiri tegak menatap langit, menguatkan diri untuk mengucapkan kalimat perpisahan yang hati dan otakku bersitegang tak ingin. Kamu yang tersenyum dalam tidur panjang. aku ingin berterima kasih kepada Tuhan untuk kado kehidupan kepada kita. Menggariskan saling mengenal dan mengerti satu sama lain. Kita belajar menghadapi hidup dan saling menguatkan. Kita tak selamanya 1 jalan, 1 ide pikiran, 1 iya untuk sebuah pendapat, 1 maaf untuk sebuah penyesalan bila diakhir bahasaan kita selisih paham. Rangkaian kata ini tak ingin kubaca sejujurnya. kau harus tau kertas ini lecek dan lembab karna pena dan air mataku beradu mengemasi kalimat perpisahan untukmu. Naif memang, aku menganggapmu masih bisa ku kirimi pesan, bahkan aku mungkin akan tetap menunggumu mudik lebaran kelak.
Translate
About
Total Tayangan Halaman
Blog Archive
Followers
Mengenai Saya
- pramest.wullan
- assalamualaikum.... Ketika aku membuka dan membaca buku, betapa banyak kutemukan ilmu, ternyata ilmu itu bertebaran dimana-mana. Untuk pergi berkeliling dunia aku tak perlu menyiapkan paspor, visa dan surat-surat semacamnya. Aku hanya perlu membuka halaman perhalaman dari buku apa saja. Dalam membaca sebuah buku aku tak ingin melewatkan satu huruf pun, maski itu hanya sebuah nomor halaman
0 komentar:
Posting Komentar